본문 바로가기
KERD
논문KCI 등재

부기스-마카사르 론타라 문자 사용의 전통과 사멸, 그리고 교육

Tradition, Extinction, and Teaching of Lontarak Writing System in Buginese-Makasarese Society.

0

조회

0

다운로드

3

인용

0

참고문헌

키워드

초록

Lontarak writing system had been used in Buginese-Makasarese society of the easten Indonesia since the 16th century. Lontarak script, as a syllabic character is a variation of several indigenous scripts in Indonesian archipelago, which had descended from Pallawa script in India. Lontarak had not only been used to write down the Buginese-Makasarese languages, but also had been used to establish its culture highly through reflection of their world views in Buginese-Makasarese languages. La Galigo, as the longest-myth throughout the world is a product which based on Buginese-Makasarese belief that is represented in Lontarak script. Such a belief can be seen as an effort to preserve their writing system. However, the current situation shows the usage of Lontarak has been decreasing on the issue of Latin Alphabet which is being used to write down both Indonesian language and dialects. Therefore, Buginese-Makasarese society in South Celebes Province carries out the preservation of Lontarak in a variety of ways. One of the ways to preserve Lontarak writing system is to teach elementary school students their own indigenous script on Buginese-Makasarese languages subject. Preservation of the using of Lontarak script is not only connected with protection toward Buginese-Makasarese culture, but also related to preservation of other dialects in Indonesia.

Abstract

Sitem tulisan Lontarak telah lama digunakan di masyarakat bahasa Bugis-Makassar, di kawasan timur Indonesia sejak abad ke-16. Aksara Lontarak sebagai sistem tulisan silabis merupakan salah satu bentuk variasi di antara berbagai sistem tulisan tradisi di Kepulauan Indonesia yang memiliki aksara Pallawa di India sebagai induk aksaranya. Lontarak tidak hanya digunakan sebagai wahana untuk menuliskan bahasa Bugis-Makassar, tetapi juga untuk menumbuhkan budaya dalam pencerminan pandangan dunia melalui bahasa Bugis-Makassar. La Galigo, sebagai mitos terpanjang di dunia merupakan sebuah hasil dari kepercayaan masyarakat Bugis-Makassar yang disimbolkan dalam aksara Lontarak. Kepercayaan tersebut dapat dianggap sebagai sebuah usaha untuk melestarikan aksara ini. Meskipun demikian, penggunaan aksara Lontarak saat ini semakin menurun disebabkan oleh aksara Latin yang menuliskan baik bahasa Indonesia maupun bahasa-bahasa daerah. Oleh karena itu,masyarakat Bugis-Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan pelestarian aksara Lontarak dalam berbagai usaha. Salah satu usaha untuk memperhatikan penggunaan aksara Lontarak adalah dengan mengajarkannya pada anak-anak sekolah dasar dalam mata pelajaran bahasa daerah, yakni bahasa Bugis-Makassar. Pelestarian pemakaian aksara Lontarak tidak hanya berhubungan erat dengan pemeliharaan budaya Bugis-Makassar, tetapi juga terkaitan dengan pelestarian bahasa-bahasa daerah lain di Indonesia.

참고문헌 (23)

  1. 전태현, "인도네시아어와 마카사르어의 양분접사 비교 연구", 외국어교육연구, 21(2), pp.155~178 (2007), 외국어교육연구소
  2. 전태현, "인도네시아의 언어정책 -찌아찌아어 한글 표기 문제와 관련하여-", 한국언어문화학, 7(2), pp.171~193 (2010), 국제한국언어문화학회
  3. 전태현, "찌아찌아어 문법 기술과 교육의 필요성", 외국어교육연구, 25(1), pp.137~166 (2011), 외국어교육연구소
  4. 줄리아 크리스테바, "언어 그 미지의 것" (1997), 민음사
  5. "Bahasa Nasional dan Bahasa Daerah" (2011)[URL]
  6. Cho, T-Y., "Tradisi Bahasa Tulisan di Sulawesi Selatan", Jurnal Lensa Budaya, 5(2), pp.13~21 (2010)
  7. Cho, T-Y., "Sebuah Refleksi: Dua Tahun Penggunaan. HAN-GEUL di Masyarakat Cia-Cia", Kendari Pos, pp.4~ (2011)
  8. Coulmas, F., "The writing system of the world" (1989), Blackwell Publishers
  9. Fachruddin, A. E., "Ritumpanna Welentrnnge: Telaah Filologis Sebuah Episoda Sastera Bugis Klasik Galigo", 박사, pp.1983
  10. "Program PSGBD Unhas-Pemprov Diminati" (2010)[URL]
  11. Kern, R. A., "Catalogus van de Boegineesche tot de I La Galigocyclus Behoorende" (1939), Handschriften der Leidsche Universiteitsbibliotheek
  12. Koolhof, S., "La Galigo Jilid I" (1995), Djambangan
  13. Kridalaksana, H., "Kamus Linguistik" (1993), PT Gramedia Pustaka Utama
  14. Kumar, A., "Writing Traditions of Indonesia" (1996), The Lontar Foundation
  15. Mansoer, M. D., "Pengantar Sejarah Nusantara Awal" (1979), Dewan Bahasa dan Pustaka
  16. "Pelangi Aksara Nusantara Exhibition 2010" (2010)[URL]
  17. Nettle, D., "Vanishing voices: The extinction of the world’s languages" (2000), Oxford University Press
  18. Noorduyn, J., "Variation in the Buginese and Makasarese Scripts", Paper presented at the International Workshop of Indonesia Studies (1992)
  19. Paeni, M., "Landasan Kultural Dalam Pranata Sosial Bugis Makassar di Dinamika Bugis-Makassar" (1986), PLPIIS-YIIS
  20. Paeni, M., "Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Sulawesi Selatan" (2003), Gadjah Mada University Press
  21. Rahman, A., "Pelestarian dan Perkembangan Aksara Lontarak di Sulawesi Selatan, In Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Pusat Jakarta" (1996), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
  22. Rahman, N., "Cinta Laut dan Kekuasaan dalam Epos La Galigo" (2006), La Galigo Press
  23. Sil International., "Languages of Indonesia" (2001), Indonesia Branch

관련 논문AI추천

이 간행물의 다른 논문 (8건)